Geliat Jambinsasi Di Kecamatan Pesantren Kota Kediri




SINGKILTERKINI.COM-Kediri. Selama 6 hari lamanya Koramil Pesantren melakukan program jambanisasi di Kecamatan Pesantren, dan hari ini atau tepatnya 9 April, program tersebut memasuki hari terakhir dalam pelaksanaannya. Selasa (9/4/2019)

Sebagaimana diutarakan Babinsa Tempurejo, Serma Edi Susaini, pendataan yang untuk mencari warga yang benar-benar membutuhkan program jambanisasi ini, dilakukan bekerjasama dengan Ketua LPMK Imam Dahwawi. Dari keterangan Imam Dahwawi inilah alokasi jambanisasi ditujukan pada Supriyadi yang beralamat di RT 12 RW 04 Kelurahan Tempurejo.

Alokasi program jambanisasi, dijelaskan Bati Tuud Koramil Pesantren Peltu Edy Sugiarto, secara keseluruhan tercatat ada 12 jambanisasi yang tersebar di 12 kelurahan se-Kecamatan Pesantren. Kelurahan-kelurahan yang dimaksud adalah Kelurahan Tempurejo, Bawang, Ngletih, Ketami, Pesantren, Betet, Banaran, Bangsal, Jamsaren, Blabak, Pakunden dan Tinalan.

Bahan dasar utama pembuatan jamban, terdiri dari closet, semen, pasir, bata merah dan bis buangan air. Sedangkan durasi pembuatan jamban di rumah-rumah warga dilakukan dalam 5 gelombang.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Tempurejo, Suminarto menyatakan terima kasih kepada Babinsa Tempurejo pada khususnya dan Koramil Pesantren pada umumnya, atas dilaksanakannya program jambanisasi di kelurahan yang dipimpinnya.

Menurutnya, mayoritas warga Kelurahan Tempurejo atau bisa dikatakan 99% sudah memiliki jamban di rumah masing-masing. Namun, 1% diantaranya masih belum memiliki jamban dan masih tergantung pada sungai yang membelah Kelurahan Tempurejo.

Kebiasaan buang hajat sembarangan dianggap kurang mencerminkan budaya atau pola hidup sehat. Terlebih lagi, sungai yang ada di Kelurahan Tempurejo saat ini lebih didominasi untuk pembuangan limbah rumah tangga, dan sebagian kecil diperuntukkan sektor pertanian.

“Saya berterima kasih pada pak Babinsa dan Koramil Pesantren yang membantu jambanisasi kepada warga kami. Mayoritas warga kami sudah memiliki jamban sendiri dirumahnya, tapi masih ada sebagian kecil yang belum. Dengan adanya jambanisasi ini diharapkan warga kami tidak lagi buang hajat disungai,” kata Suminarto.

Dari keterangan Pelda Rachmanto selaku penanggungjawab jambanisasi di Koramil Pesantren, pelaksanaan jambanisasi di Kecamatan Pesantren dimulai tanggal 4 April lalu jambanisasi menyasar di Kelurahan Blabak dan Pakunden, tanggal 5 April di Kelurahan Tinalan dan Jamsaren, tanggal 6 April di Kelurahan Bangsal dan Ngletih, tanggal 7 April di Kelurahan Banaran dan Ketami, tanggal 8 April di Kelurahan Pesantren dan Betet, tanggal 9 April atau yang terakhir di Kelurahan Tempurejo dan Bawang.

Setiap gelombang pelaksanaan jambanisasi, dilakukan dalam sehari harus sudah tuntas secara keseluruhan, dan hari ini juga, program jambanisasi di Kecamatan Pesantren sudah dinyatakan finish alias sudah selesai 100%. (dodik)

Baca Juga

Jawa Timur|Kediri|TNI|
View Comments

Komentar

Berita Menarik Lainnya


Singkil Terkini - NETWORK

Support by: PPWI

Ikuti Berita Terbaru