Tantangan Dan Rintangan Dilewati Ratusan Pelajar Dalam Outbond Training

REDAKSI author photo



SINGKILTERKINI.COM-Kediri. Kawasan lereng Gunung Kelud menjadi lahan menempa 124 siswa siswi SMAN 3 Kota Kediri dalam outbond training yang merupakan hasil kerjasama dengan Kodim 0809/Kediri. minggu (24/3/2019)

Areal ini sendiri sebenarnya cukup angker, dan disinyalir, banyak makhluk astral yang  bercokol disini puluhan atau mungkin sudah ratusan tahun lalu. Bagi warga di Ngrangkah Sepawon, Plosoklaten, penampakan makhluk astral dari berbagai jenis sudah menjadi sesuatu yang tidak asing lagi alias sudah terbiasa.

Konon, ditempat-tempat tertentu, entah itu bangunan warisan kolonial masa lalu maupun tempat-tempat yang agak “wingit”, seringkali muncul sosok tidak dikenal, dan sosok ini masuk kategori “wujud abstrak”. Tentunya tempat sejenis ini sangat cocok dijadikan kegiatan bergenre “penggemblengan”.

Kepala Sekolah SMAN 3 Kota Kediri, Aris Susanto berkomitmen untuk menggembleng anak didiknya di lokasi ini dengan berbagai pertimbangan, dan merujuk pada lokasinya sendiri, sangat cocok dijadikan tempat outbond training.

“Dampak positif adanya outbond training ini, anak-anak bisa belajar dari bapak-bapak Kodim, disiplin saat bangun tidur pagi ini, makan bersama, istirahat secukupnya, mengasah mental, melatih fisik,” ujar Kepala Sekolah SMAN 3 Kota Kediri, Aris Susanto :

Tambahnya ,”Yang diutamakan disini kekompakan, kebersamaan, dari baris berbaris, HTF, outbond. Disini tidak ada individual, semua mengutamakan kerjasama antar siswa. Ini sangat bagus melatih mereka sejak dini betapa pentingnya kita saling bekerjasama.”

Sementara itu, Vivi, salah satu siswi kelas 10 SMAN 3 Kota Kediri berpendapat, keikutsertaan dirinya bersama teman-temannya di outbond training ini, sangat berdampak positif, khususnya pengenalan lingkungan. Ditempat ini, lokasinya jauh dari pusat keramaian.

Beda lagi dengan Toni, siswa kelas 10 ini berpendapat, ada hal menarik saat melakoni outbond training ini, dan hal menarik ini tidak mungkin didapatkan di lingkungan sekolah, lantaran lokasi disini jauh berbeda, baik kondisi maupun situasi. Kendati sempat berulangkali diguyur tetesan air hujan yang turun dari langit, tak menyurutkan nyali dirinya bersama teman-temannya untuk menjalani berbagai tantangan dan rintangan selama 2 hari berturut-turut.

Masih ditempat yang sama, Pasi Ter Kodim Kediri Kapten Inf Warsito menurunkan 20 orang untuk melatih, sekaligus membina ratusan siswa siswi di Ngrangkah Sepawon ini. 10 orang ditugaskan secara khusus untuk mengajari HTF, 4 orang ditugaskan untuk mengarahkan outbond dan 6 orang lainnya bertugas ganda.

Tantangan terberat di saat musim hujan ini adalah hujan yang sering turun. Selain itu, jalanan yang masih berwujud jalan seta[ak, menjadi rintangan tersendiri bagi ratusan siswa siswi tersebut. Disamping itu, suhu udara dilokasi yang berada didataran tinggi ini cukup dingin dan tentunya jauh berbeda ketika berada di perkotaan yang notabene berada di dataran rendah. (dodik)


Komentar Anda

Berita Terkini