2 Anggota TNI Gugur Ditembak KKSB saat Akan Beri Bantuan ke Anak-Anak Papua

REDAKSI author photo

PAPUA - Dua anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur setelah dihadang Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) TPNPB/OPM saat membawa bahan makanan di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua, Minggu, (19/8/2018) sekitar Pukul 14.26 Wit.

Dua prajurit TNI itu masing-masing, Letda Amran Blegur (Danpos) dan Pratu Fredy berhasil dievakuasi ke RSUD Mulia setelah tim bantuan tiba di Tempat Kejadian Perkara.

Sehubungan dengan gugurnya dua anggota TNI yang merupakan anggota Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) Pos Tingginambut, Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan duka cita yang mendalam kepada dua putra terbaik bangsa.

Berdasarkan rilis yang diterima Singkilterkini,Clcom, sebelumnya pada 18 Agustus 2018 Letda Inf Amran Blegur bersama anggota Pos Satgas Pamrahwan Tingginambut merencanakan memberi sumbangan berupa bahan makanan kepada anak-anak usia sekolah yang berada di Kampung Tingginambut.

Kemudian, pada Minggu, 19 Agustus 2018 sekira pukul 13.30 Wit, Letda Inf Amran Blegur didampingi Pratu Fredy bergerak menuju kampung Tingginambut yang berjarak kurang lebih 1 km dari pos dengan membawa bahan makanan.

Namun, sekira Pukul 14.00 Wit, Koramil Tingginambut mendapat informasi masyarakat terkait adanya penghadangan terhadap anggota TNI di jembatan Tingginambut.

Selanjutnya, sekira Pukul 14.15 Wit, anggota Koramil dan Pos Satgas Pamrahwan Tingginambut bergerak menuju ke TKP dan sekitar pukul 14.30 Wit anggota Pos Tingginambut tiba di TKP dan menemukan dua jenazah di luar rumah kayu jembatan Tingginambut, dengan kondisi luka tembak dan panah di beberapa bagian tubuh.

Atas kejadian ini, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George E. Supit telah memerintahkan jajaran Kodam XVII/Cenderawasih untuk meningkatkan kewaspadaan di setiap pos dan melakukan tindakan pengejaran terhadap KKB yang berbasis di hutan pedalaman Papua.

"Secara umum situasi wilayah Papua tetap kondusif, insiden tadi terjadi di wilayah yang cukup jauh dari pusat kegiatan masyarakat. Tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat Papua. Sangat disayangkan kelompok itu melakukan aksi di hari Minggu, hari yang kudus bagi masyarakat Papua yang sebagian besar umat kristiani," kata Pandam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George E. Supit dalam siaran pers yang dikeluarkan Pendam.

Mereka lanjut Pangdam, sudah tidak menghargai saudara-saudaranya sendiri. "Jelas kelompok itu bukan representasi orang Papua," sebutnya.

Kodam XVII/Cenderawasih juga mengutuk keras tindakan teror yang dilakukan KKB yang bertujuan menimbulkan ketakutan masyarakat di wilayah Papua. Terlebih, teror tersebut dilakukan terhadap personel TNI yang sedang melakukan pengamanan di wilayah Papua melalui pendekatan kemanusiaan kepada masyarakat.

Tindakan teror yang dilakukan KKB jelas merupakan tindakan makar terhadap pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga Kodam XVII/Cenderawasih tetap untuk selalu mengedepankan upaya persuasif guna mengajak anggota KKB untuk meletakkan dan menyerahkan senjata kepada pihak keamanan dan menghindari terjadinya konflik senjata demi tercapainya kedamaian di tanah Papua.

Kodam XVII/Cenderawasih juga mengajak seluruh masyarakat Papua dan bangsa Indonesia untuk bersatu melawan teror yang dilakukan KKB demi tetap tegaknya kedaulatan dan keutuhan NKRI. (Red/Rel)
Komentar Anda

Berita Terkini