Demi Dirimu Dan Sibuah Hati, Terpaksa Ku Kerja Siang dan Malam

REDAKSI author photo

"TIAP MALAM ENGKAU KUTINGGAL PERGI, BUKAN BUKAN BUKANNYA AKU SENGAJA, DEMI KAU DAN SIBUAH HATI TERPAKSA KU HARUS BEGINI".

Sepenggal Bait dari lirik lagu karya ' Pance F Pondaag' di atas satu dari sedikit lagu favorit yang selalu saya dendangkan.Saat di memasuki tempat karaokean di sebuah hotel ternama di Negeri ini, atau saat-saat bersantai di perkantoran, lirik lagu ini sering kali kudendangkan.


Kendengarannya agak Anehkan, kendati lagu ini merupakan lagu kesukaanku, namun ada lirik-liriknya yang belum utuh ku hafal untuk ku jadikan sebuah lagu.

Masih teringat kalaa itu, dimana hembusan angin kencang yang dibarengi dengan derasnya guyur hujan yang menghunjam bumi ini syech Abdurauf As-Singkili.

Memaksa ku untuk menghentikan sebuah mesin tua yang kala itu tiada henti-hentinya membawaku pergi siang dan malam, akhirnya tak kuasa ku berjalan dan kupun menepi tepatnya disebuah pondok dimana tak ada sesok manusiapun yang ikut singah kala itu.


" Mungki hanya sekelompok nyamuk-nyamuk kecil yang mencoba menemaniku sambil meminta bagiannya agar aku mengiklaskan setetes darah untuk dijadikan santapannya, mau tak mau rela tak rela meski daku sudah berupaya, namun nyamuk-nyamuk nakal terus menghajarku habis-habisan," 

Hem... Seseklai telintas diingatanku, , apa yang saat ini sedang dilakukan saudara-saudaraku bersama isteri dan anak-anaknya.

Mungkinkah mereka sedang bersanda gurau, ataukah mereka sedang ayik berdendang ria dengan anak dan istrinya tercintanya sambil membawakan sebuah lagu, atau mungkin mereka sedang asyik menikmati secangkir kopi yang bercirikan khas Aceh atau mungkin mereka sedang menikmati ikan pangang yang begitu lezat.

Sesaat ku melirik Jarum jam yang terus saja berdetak tak pernah henti,nWaktu demi waktu terus berlalu tak terasa sudah memasuki pukul 02.00 Wib, beruntung Allah masih memberikan ku kesempatan tuk segera pulang menemui Sibuah hati dan sosok Isteri yang begitu ramah dengan sebuah senyuman menyambut kedatanganku.

" Ya, kala itu, tiba-tiba hujan deras dan angin kencang mulai reda, ibarat perang, sedahsyat apapun peperangan pasti ada redanya,dan tak selamanya letusan-letusan senjata senjata pemusnah ciptaan manusia yang digunakan hanya untuk membunuh sesama manusia atau makhluk yang paling mulia disisi Allah SWT,"

Memang kita kembali sedikit menceritakan, lirik lagu ini yang menurut penilai saya sarat dengan makna. Bukan saja karakter nadanya yang cocok dengan suara, tetapi liriknya tepat dengan pribadi dan profesi yang sering begadang malam seperti ini.

Lagu Demi Kau dan Si Buah Hati ini pun sesekali sempat ku berinama dengan Lagunya ' Pak Wartawan ', dan terkadang akan kujadikan lagu ini sebagai lagu wajib tatkala ada sebuah acara tentang nyanyian.

" Percaya atau tidak, intinya lagu ini penuh makna, penuh nilai, arti dan malah memiliki pesan-pesan moral, penuh ideologi, penuh roh dan mengandung pesan spiritual yang dapat memengaruhi kejiwaan seseorang yang mendendangkan atau hanya sekedar iseng menjadi pendengar, Walau demikian tinggal lagi bagaimana situasi dan kondisi saat lagu itu untuk diperdengarkan,".

Bila malam tiba, " tentunya larut malam bahkan sampai hari berganti, saya dan sebagian besar wartawan, melewatkan malam tidaklah bersama engkau dan sibuah hati tapi dengan sikuli tinta yang nyaris bernasib sama seperti diriku.

Mungkin bagi anda lagu ini tidak ada apa-apanya, namun bagi saya lagu ini sangat mengena, di karenakan isteri bersama dua buah sibuah hati, ' Mardiah dan Yusuf' itulah nama anak-anakku yang sering kujadikansebagai pemicu semangat untuk ku terus berjuang untuk hidup.

Tak ada kata lelah, capek, pusing, sesak. Sebab kata-kata itu adalah sudah merupakan sesuatu hal lazim buat saya demi niat menghidupi anak dan sang Isteri tercinta. Memang kalau sedikit saja waktu kita luangkan hanya untuk mendengar lirikan lagu-lagu Zadul, meskipun lagu tersebut sudah berusianya puluhan tahun, namun masih tetap disukai orang-orang modern, atau para generasi millenium ditahun ketiga ini.


Lagu-lagu itu bagaikan tidak pernah hilang ditelan waktu, meskipun ada banyak juga yang tak menyukainya. Bagi saya lagu ini memiliki perbedaan tersendiri, lagu-lagu saat ini, terkesan instan, ala kadarnya, yang penting kocak.

Tujuan semata bukan lagi seni, tetapi pertimbangan ekonomi. Karena itu, boleh saja, lagunya tak bermakna namun menjadi hits dan Boleh saja suara penyanyinya terkesan pas-pasan, tetapi lirik dan suaranya tetap ngetop lo.


Ah, entahlah. Kata orang, berburuk sangka atau suudzon tidak baik. Namun naluri kewartawanan mencoba saya bertanya-tanya, entah terjawab atau tidak sambil mendendangkan mahakarya Pance F Pondaag berikut:

" Demi Kau dan Si Buah Hati"

Mengapa harus begini
Tiada lagi kehangatan
Memang kusadari sering kutinggalkan kau seorang diri

Bukannya aku sengaja
Meninggalkan kau sendiri
Aku menyadari bukan sandiwara kasihmu kepadaku

Tiap malam engkau kutinggal pergi
Bukan bukan bukannya aku sengaja
Demi kau dan si buah hati
Terpaksa aku harus begini

Tiap hari hingga malam berakhir
Kutahu kau tersiksa karna diriku
Sejujurnya aku katakan
Tiada satu pengganti dirimu.
Komentar Anda

Berita Terkini